Showing posts with label Pemandangan Indah. Show all posts
Showing posts with label Pemandangan Indah. Show all posts

Meskipun Langit Mendung, Bukan Berarti Turun Hujan

Unknown 4:53:00 PM Add Comment
Langit Mendung Tak Berarti Hujan
Meskipun Langit Mendung, Bukan Berarti Turun Hujan. -- Musim yang tidak menentu seperti sekarang ini memang sulit ditebak. Kadang panas tiba-tiba hujan. Atau yang hujan terus tiba-tiba panas. Bahkan juga tidak jarang hujan yang turun di musim panas, ataupun sebaliknya. 

Hujan memang seringkali muncul dengan berbagai tanda, diantaranya yaitu langit yang mendung, atau muncul suara petir. Namun demikian, apakah setiap mendung sudah pasti akan turun hujan? Jawabannya pasti bermacam-macam. Namun secara umum pasti pernah melihat dan merasakan dimana ada waktu langit dalam kondisi mendung selama beberapa hari, namun hujan tidak juga turun.

Nah, ini menandakan bahwa mendung bukan berarti pasti akan turun hujan. Jadi, meskipun langit mendung, kita tetap bisa bekerja dan melanjutkan kegiatan kita, yang terpenting adalah tetap sedia payung, sehingga kapanpun turun hujan, kita sudah siap. Demikian pula dalam kehidupan, janganlah merasa putus asa jika hanya baru mencapai bayangan kegagalan, layaknya seperti awan mendung itu tadi.


Kita tidak tahu apakah mendung tersebut benar-benar akan menjadi hujan atau tidak bukan? Demikian juga sama halnya bayangan kegagalan itu hanyalah prediksi kita. Jangan berhenti berusaha hanya sebatas prediksi, karena kita tidak akan tahu nanti akhirnya apakah benar-benar akan gagal atau justru berhasil dengan baik. Karena tidak jarang pula sinar matahari justru datang ketika mendung, dan hujan pun tidak jadi turun.

Pesona Keindahan Tugu Muda Semarang di Malam Hari

Unknown 4:09:00 PM 1 Comment
Pesona Tugu Muda Semarang Malam Hari

Pesona Keindahan Tugu Muda Semarang di Malam Hari -- Tugu muda adalah salah satu bangunan tugu besar yang ada di kota Semarang. Tugu tersebut begitu indah di malam hari. Bagian puncaknya menyala merah seperti api yang membara. Meskipun letaknya dikelilingi jalan raya, namun banyak juga muda-mudi yang menyempatkan untuk menikmati keindahan lampu-lampu yang turut menyinari tugu tersebut.

Masih teringat ketika dulu saya pertama kali menginjakkan kaki di kota Lumpia ini. keelokan tugu muda turut mengantarkan saya pada sebuah rasa takjub, meskipun dalam kondisi saya yang sedang bingung karena tersesat pada waktu itu.

Namun tidak terasa kini waktu sudah berjalan begitu lama, dan saya sudah 4 tahun hidup di kota ini, namun keindahan dan pesona tuga muda di malam hari masih sering saya nikmati hingga saat ini.

Kisah Tentang Air Tenang yang Berusaha Menjadi Air Mancur
Air mancur adalah hasil dari aliran air yang disemburkan dari suatu lubang kecil. Biasanya air yang keluar dari lubang tersebut memiliki debet yang besar sehingga menyebabkan air pun seakan saling berebut keluar. Proses tersebutlah yang kemudian membuat air dapat tersembur tinggi, karena tekanan debet air yang begitu besar yang menekannya.

Air Mancur di Samping Tugu Muda Semarang
Sebenarnya, air mancur yang sekarang terlihat indah itu juga tidak secara serta merta menjadi seperti itu. Ada banyak tahapan yang telah dilaluinya. Tidak juga menutup kemungkinan air yang tadinya tenang sekalipun dapat dirubah menjadi air mancur dengan menggunakan alat bantu pompa air.

Demikian itulah tentang fenomena air mancur. Sebenarnya, dalam diri manusia juga tidak jauh berbeda. manusia yang hanya tenang dan diam saja juga akan sama halnya dengan air yang tenang itu tadi, tidak akan menghasilkan keindahan apapun. Paling hanya dipakai sebagai sarang nyamuk.

Akan tetapi lain halnya jika seseorang mau aktif bergerak dan merubah segala yang ada dengan potensi yang dimiliki, tentu akan ada hal indah yang dihasilkan. Tentunya tidak hanya sekedar indah akan tetapi juga bermanfaat.

Bukan Sekedar Hiburan, Karnaval Juga Wujud Persatuan

Unknown 3:32:00 PM 1 Comment
Bukan Sekedar Hiburan, Karnaval Juga Wujud Persatuan. -- Ada sebuah tradisi yang tidak pernah luput dari mayoritas orang di negeri ini. suatu tradisi dimana orang rela untuk berdandan aneh dan nyleneh meski tidak dibayar sekalipun.

Karnaval Untuk  Hiburan dan Persatuan

Tujuannya tidak lain tidak bukan adalah untuk menghibur semua orang yang turut hadir dalam acara yang biasa kita sebut karnaval itu. Orang-orang rela bersusah payah dan berpanas-panasan, semua itu tidaklah sekedar hiburan semata. Bagi sebagian orang dengan rasa gengsi yang tinggi mungkin ada yang akan menghina dengan apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang terjun dalam karnaval tersebut.

hal ini sah-sah saja karena sampai detik ini memang masih banyak orang yang menilai segala sesuatu hanya dari sisi harga dan uang. Dalam karnaval, orang-orang memang tidak dibayar. Demikian karena karnaval adalah hiburan gratis yang bisa dinikmati oleh siapa saja yang berkenan untuk datang.

Baca juga :

Orang yang bersusah payah dalam acara karnaval memang sadar mereka tidak dibayar, karena semua itu tulus mereka lakukan karena wujud rasa persatuan dan kesatuan yang mereka miliki. Tidak hanya sekedar mengintip dari jendela rumah karena perasaan gengsi.

Cengkih, Tanaman Musiman yang Kini Semakin Diminati

4:19:00 AM Add Comment
Cengkih, Tanaman Musiman yang Kini Semakin Diminati. -- Sekarang ini banyak sektor pertanian dan juga perkebunan yang tidak hanya terfokus pada tanaman pangan saja. Hal ini bisa jadi karena prospek yang lebih menjanjikan dari tanaman non pangan tersebut.

Cengkih, Tanaman obat yang semakin diminati

Tanaman cengkih misalnya, salah satu jenis tanaman yang tumbuh di lingkungan dengan hawa sejuk ini kini semakin diminati. Kemungkinan tersbesarnya ya tidak lain karena memang harga cengkih yang kini semakin bagus di pasaran.

Jenis tanaman musiman ini juga merupakan tanaman yang tidak begitu sulit perawatannya sehingga banyak pihak yang juga menanamnya secara swadaya. Jika kita lihat, sekarang bahkan di kawasan pegunungan, pohon cengkih ini juga ditanam di halaman, halaman rumah warga.

Baca juga :

Rupanya dengan menanam pohon cengkih di halaman ini warga dapat memperoleh keuntungan besar dari hasil panen cengkihnya setiap tahun. Demikian artikel singkat tentang Cengkih, Tanaman Musiman yang Kini Semakin Diminati, Semoga bermanfaat.

Memecah Ombak di Laut dengan Memanfaatkan Batu Karang

1:23:00 PM Add Comment
Memecah Ombak di Laut dengan Memanfaatkan Batu Karang. -- Ombak besar di laut memang akan terlihat menarik untuk disaksikan. Namun perlu diwaspadi karena ombak yang besar juga dapat membahayakan manusia. jika seorang yang sedang berenang di pantai, kemudian ada ombak begitu besar datang kepadanya, tentu hal ini akan cukup berbahaya karena ombak tersebut dapat menyeret tubuh seseorang ke tengah laut. 

Batu Karang Untuk Pemecah Ombak
Bagi orang yang memang ahli dalam berenang mungkin hal semacam itu tidak akan menjadi masalah yang berarti, namun akan sangat membahayakan jika ombak tersebut mengenai seorang yang memang kurang mahir dalam berenang.

Saat ini banyak pantai-pantai yang memiliki ombak besar di beri tumpukan batu karang pada bagian tepi-tepi pantai tersebut. hal ini tentunya sangat bermanfaat untuk memecah besarnya ombak yang datang. Di saping itu, tentunya ombak yang besar juga akan terhalangi masuk ke daratan dengan adanya tumpukan batu-batu karang tersebut. 


Dengan banyaknya rumah-rumah di kawasan pantai seperti sekarang ini, tumpukan batu karang di pantai juga akan sangat berguna karena juga berfungsi sebagai tanggul penahan ombak, agar air laut tidak masuk ke pemukiman warga.

Refreshing Layaknya Ventilasi Dalam Pengapnya Kesibukan

Unknown 7:51:00 AM 1 Comment
Refreshing Itu Seperti Memberikan Ventilasi di Tengah Pengapnya Arus Kesibukan. --  Kita tentu menyadari rumah yang tertutup dan tidak memiliki jendela tentu akan terasa pengap. Lubang jendela pada ruangan memiliki fungsi yang besar yaitu sebagai sirkulasi pergantian udara.

Banyak Manfat Ventilasi Dalam Rumah

Tanpa adanya pergantian sirkulasi udara tersebut tentunya udara yang ada di dalam ruangan akan menjadi tidak sehat. Sama hal nya dengan fungsi jendela, sebenarnya manusia juga memerlukan adanya sirkulasi dalam dirinya. Sirkulasi di sini tentunya bukan hanya menyangkut udara, akan tetapi lebih pada sirkulasi kesegaran atau refressing.

Di tengah padatnya kesibukan kerja, seseorang tetap harus menyempatkan diri untuk menyegarkan jiwanya. Ibarat kata, refressing adalah kegiatan yang mampu memberikan fentilasi kesegaran pada pengapnya kesibukan manusia. kesibukan memang tidak akan ada habisnya jika terus dijalankan.


Karena selama manusia masih hidup, kesibukan akan selalu senantiasa menghampiri. Oleh sebab itulah kita sendiri yang harus berupaya meluangkan waktu untuk refressing. Meluangkan waktu untuk menciptakan jendela yang akan memberikan kesegaran pada jiwa yang telah begitu pengap.
.

Kampung Pegayaman, Kampung Santri Di Pulau Dewata Bali

Unknown 6:27:00 AM Add Comment
Mengarak Sokok Keliling Kampung
Kampung Pegayaman, Kampung Santri Di Pulau Dewata Bali. -- Seperti bukan di bali...! Demikian komentar beberapa orang yang sempat mengunjungi kampung Pegayaman, Sukasada, Buleleng, Bali Utara. Kampung yang berjarak 65 Km ke arah utara dari Denpasar ini bagai oase di padang pasir, menghadirkan kesejukan bagi siapapun yang bertandang. Tidak saja karena alamnya yang asri, tetapi juga kehidupan islami yang dijalankan oleh para wrganya.

Tak ada pura, sesaji atau dupa. Tetapi di kampung pegayaman yang luasnya 1584 hektar area ini kita bisa menemukan masjid, beberapa mushola yang tersebar di lima banjar dinas, dan komplek sekolah Islam dari TK hingga SMA. Semua menjadi penanda Pegayaman sebagai kampung Islam.

Meski begitu, Pegayaman tak serta merta menghilangkan identitas Bali mereka. Ini terlihat dari masih banyaknya rumah penduduk yang berarsitektur khas Bali, --temtu saja tanpa sanggah atau tempat pemujaan keluarga--.mereka pun masih menggunakan bahasa Bali dalam percakapan sehari-hari.  Bahkan nama-nama mereka kombinasi antara nama Islam dan Bali. Misalnya, Ketut Abbas, Wayah Hasyim, atau Ni Made Fatimah. Terdengar unik.

Masjid Jami' Safinatussalam

Dalam hal penghidupan, rata-rata penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani di kebun kopi dan cengkeh. Tidak ada warganya yang bekerja di sektor pariiwisata, karena memang Pegayaman tidak memiliki obyek wisata sebagaimana daerah lainnya di Bali.

Tetapi bukan berarti tidak ada wisatawan yang berkunjung ke kampung Pegayaman ini. Pada saat tertentu ada saja satu dua rombongan turis lokal, umumnya pelajar atau mahasiswa, mengujungi Pegayaman untuk penelitian atau observasi Lapangan.

Tradisi Unik.
Sebetulnya Pegayaman bukan satu satunya kampung Islam di Bali. Ada kampung Kusamba, Klungkung,  Sindu Keramas, Gianyar, Kepaon, Badung, kampung Islam Bugis di singaraja dan masih banyak lagi. Hanya yang memdedakannya, Pegayaman masih menjalankan tradisi budaya yang menjadi ciri khas kampung mereka.

Ketua adat di kampung Pegayaman menuturkan salah satu tradisi khas di Pegayaman adalah perayaan maulid nabi Muhammad saw. Acara yang puncaknya digelar pada 11, 12, dan 13 Rabiu’ul Awal ini ditunggu-tunggu warga kerena menyajikan hiburan terbesar sepanjang tahun. Persiapannya pun tak tanggung tanggung, memakan waktu satu sampai dua bulan.

Islam dan Kampung Pegayaman.
Bagaimana sejarahnya hingga Islam menjadi agama mayoritas di kampung Pegayaman?? Menurut ketua adat kampung Pegayaman, nenek moyang kampung ini berasal dari blambangan sekarang menjadi kabupaten banyuwangi.

Dulu saat menghadapi sebuah pertempuran, Raja Buleleng meminta bantuan ke kerajaan Blambangan. Dikirmlah sejumlah orang untuk membantu kerjaaan Buleleng. Setelah memenangkan pertempuran, Raja Buleleleng menghadirkan tanah untuk “para sahabat dari Blambangan”. Itulah yang menjadi cikal bakal Kampung Pegayaman.

Aktifitas keseharian di Pegayaman pun tak ubahnya desa santri. Pagi hari anak-anak berbusana rapi pergi ke madrasah. Sora hari hingga setelah maghrib, anak-anak tersebut mengaji di mushola atau para rumah ustadz.

Baca juga :

Di bulan ramadhan, kegiatan di masjid justru ramai ketika malam hari. Biasanya tarawih dimulai oleh jama’ah perempuan. Menjelang pukul 10 malam, giliran kaum lelaki yang memenuhi masjid. Setelah tarawih, mereka terus menghidupkan malam dengan bertadarus, memukul bedug pertanda sahur, dan shalat shubuh berjama’ah.

Seni Khas Kampung Pegayaman
Kampung Pegayaman memiliki kesenian khas, yakni hadrah dan bordah. Selain di maulid nabi, kesenian ini juga ditampilkan saat pernikahan dan khitanan. Pemain hadrah rata-rata anak muda dengan memakai seragam mereka bershalawat sambil berlenggak lenggok mengikuti irama rebana.

Seni Hadrah dan Bordah di Pegayaman

Sedang bordah umumnya dilakukan kalangan tua. Mereka melantunkan sya’ir Barzanji karya sastra Arab klasik yang berisi riwayat dan puji pujian kepada Rasulullaw saw. Nada-nada Barzanji yang dibacakan mirip dengan kakawin, kidung, dan geguritan Bali.

Bunga Kopi, Identik dengan Musim Dingin di Indonesia.

Unknown 3:53:00 PM Add Comment
Bunga Kopi, Identik dengan Musim Dingin di Indonesia. -- Bagi negara dengan iklim subtropis maupun iklim dingin tentu tidak akan kaget dengan kondisi suhu dingin yang dirasakan setiap tahunnya.

Bunga Kopi Tanda Musim Dingin

Namun bagi negara dengan iklim tropis seperti Indonesia tentu akan menimbulkan berbagai macam pertanyaan dengan suhu dingin yang terkadang dapat dirasakan pada bulan-bulan tertentu. Suhu dingin yang ada di Indonesia mungkin tidak dapat dirasakan di seluruh wilayahnya, namun hanya di kawasan pegunungan saja.

Suhu yang begitu dingin tersebut dapat dirasakan saat malam tiba, dan puncak dinginnya adalah pada pagi hari menjelang fajar. Suhu dingin yang ada di kawasan pegunungan ini juga biasanya ditandai dengan tumbuhnya bunga pada pohon kopi.

Baca Juga :

Sebagian besar penduduk yang hidup di desa kawasan pegunungan percaya bahwa munculnya kembang kopi tersebut menandai datangnya suhu dingin yang akan dirasakan di pagi dan malam hari.

Melihat Keindahan Surga Dalam Waktu 15 Menit

Unknown 9:12:00 AM
Menyaksikan Indahnya Surga Dalam Waktu 15 Menit. - Surga merupakan nikmat luar biasa yang telah dijanjikan oleh tuhan kepada para hambanya yang selalu menebar kebaikan di muka bumi. Seakan tiada habisnya untuk mengungkapkan keindahan surga, tempat yang memang menjadi impian semua manusia. 

Lantas, bagaimana jika tuhan memberikan kesempatan kepada umat manusia untuk sejenak melihat bagian serpihan keindahan surga tersebut. meskipun dalam waktu yang singkat, manusia mana yang akan rela melewatkannya. Iya, surga sebenarnya tersebar di seluruh penjuru tanah Indonesia. Hanya saja, ada beberapa yang hanya ditampilkan dalam waktu beberapa menit saja.


Salah satu diantaranya adalah surga “Sunrise Si Kunir”. Keindahan matahari terbit yang terletak di bukit Si Kunir desa Sembungan, Dieng, Wonosobo Jawa Tengah tersebut merupakan salah satu surga yang dimiliki negeri ini. keindahan proses terbitnya matahari ini dapat disaksikan dalam waktu kurang lebih 15 menit melalui proses pendakian sekitar 30 menit sampai 1 jam.

Ada beberapa spot menarik yang bisa dituju untuk menikmati sunrise di Si Kunir, yang semuanya tetap dapat melihat keindahan terbitnya matahari diantara gunung dan bukit. Spot-spot tersebut dapat dipilih sendiri oleh si pendaki dengan mengambil salah satu jalan-jalan percabangan pada saat pendakian.



Sebelum proses pendakian pun, terdapat losmen-losmen atau penginapan yang disediakan khusus untuk beristirahat selama menunggu waktu pagi terbitnya fajar. Tidak ada kata yang mampu mewakili keindahan sunrise di bukit Si Kunir. Teriakan histeris dari para pendaki pun pecah ketika matahari dengan warna kemarahan mulai mengintip diantara gunung dan kabut. Jika AS memiliki Green Canyon, maka kita harus lebih bangga karena memiliki Si Kunir.